Kab. Ponorogo dapat Penghargaan Percepatan Pemberian Akta Kelahiran Anak dari Kementerian PPPA

  • -

Kab. Ponorogo dapat Penghargaan Percepatan Pemberian Akta Kelahiran Anak dari Kementerian PPPA

Peringati Hari Anak Nasional (HAN) Kabupaten Ponorogo terima penghargaan yaitu sebagai Kota/Kabupaten dalam Percepatan Akta Kelahiran Tingkat Pratama. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise dalam acara Penganugerahan Kota Layak Anak se-Indonesia di SKA Co Ex, Pekanbaru-Riau Sabtu (22/7) malam.

 Dalam kesempatan ini Kab Ponorogo menerima penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak (PPPA), Yohanna kategori percepatan pemberian cakupan kepemilikan Akta kelahiran anak tingkat pratama diterima langsung oleh Bupati ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni diwakili oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Ir. Endang Retno Wulandari, MM dan didampingi Dhevit Yuniarko, SE Kasi Perkawinan, Perceraian, perubahan status anak dan pewarganegaraan

Menteri Yohana dalam sambutannya mengatakan ada 10 Gubernur, 126 Bupati dan Walikota dari 23 Provinsi dan 126 Kabupaten/Kota di Indonesia yang diberikan penghargaan karena telah mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak serta penghargaan pada kader yang berprestasi dalam menyuarakan hak anak.
“Pemberian penghargaan dan penganugerahan yang dilakukan ini merupakan bentuk kepedulian dan apresiasi kami atas segala jerih payah para Bupati dan Walikota dan para penerima penghargaan lainnya dalam upaya memenuhi amanat konstitusi, yakni upaya pemenuhan hak anak. Sejak pemerintah meratifikasi Konvensi Hak Anak melalui Keppres Nomor 36 Tahun 1990, negara berkewajiban memenuhi semua hak anak, melindungi anak, dan menghargai pandangan anak sebagaimana tercantum dalam konvensi tersebut,” ujar Menteri Yohana.

Menurut Ir. Endang Retno Wulandari.MM penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan keseriusan tim dalam menjalankan Percepatan Cakupan Kepemilikan Akta Anak usia 0 s/d 18 Tahun yang saat ini sudah mencapai 85%. Selain itu, penghargaan ini juga merupakan kebanggaan bagi Kab Ponorogo yang bisa menjadi momen untuk terus mencapai yang lebih baik lagi khususnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lengkap, akurat dan mutakhir. Keberhasilan ini juga tak lepas dari berbagai Dinas/Instansi/Lembaga lain yang ikut membantu dalam mensukseskan program dan kegiatan terkait kepemilikan Akta Kelahiran anak tambahnya.


  • -

Penguatan Regristrasi Adminduk, Dukcapil Gandeng Mahasiswa KPM IAIN Ponorogo

Masih adanya penduduk Ponorogo yang belum melakukan Perekaman KTPel dan untuk meningkatkan cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran bagi anak usia 0 s/d 18 tahun, Dukcapil Ponorogo bekerjasama dengan IAIN Ponorogo dengan memaksimalkan mahasiswa KPM untuk di 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Sampung dan Kecamatan Badegan.

Menurut Ir. Endang Retno Wulandari.MM disela pembekalan kuliah umum yang diselenggarakan pada tanggal 5 s/d 7 Juli 2017 adalah bertujuan membangun kader–kader muda di bidang kependudukan yang mampu membantu percepatan peningkatan kesadaran masyarakat dalam tertib administrasi kependudukan serta mahasiswa memperoleh pengetahuan, pengalaman belajar yang berharga melalui keterlibatan dalam masyarakat secara langsung untuk merumuskan, memecahkan dan menanggulangi permasalahan, khususnya terkait bidang kependudukan dan pencatatan sipil

Diketahui sampai dengan Juni 2017 bahwa data penduduk di Kecamatan sampung diketahui dari wajib KTP sebanyak 32.388 sudah perekaman 30.814 dan belum perekaman 1.574 dan untuk anak usia 0 s/d 18 tahun jumlah anak 8.297 sudah berAkta 6.587  belum berAkta 1.710. Sedangakan untuk kecamatan Badegan diketahui dari wajib KTP sebanyak 26.932 sudah perekaman 25.302 dan belum perekaman 1.090 dan untuk anak usia 0 s/d 18 tahun jumlah anak 7.376 sudah berAkta 5.986 belum berAkta 1.390.

Dalam pembekalan kuliah tersebut juga disampaikan bahwa tugas mahasiwa adalah selain menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan Perekaman KTPel dan Kepengurusan Akta Kelahiran juga Mendorong dan meningkatkan kesadaran penduduk untuk tertib dalam kepengurusan Administrasi Kependudukan dengan Update Kartu Keluarga.

Pembekalan khusus terkait persyaratan dan mekanisme dalam proses kepengurusan Dokumen Kependudukan untuk mahasiswa KPM dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2017 dengan menghadirkan 19 narasumber dan juga berfungsi sebagai pendamping dalam pelaksanaan KPM nanti yang terdiri dari staf dukcapil meliputi Kepala Bidang, Kasi, Kepala UPT Dukcapil. staf khusus tambahnya

Pelaksanaan KPM Mahasiwa IAIN Ponorogo sendiripun akan dimulai pada 1 Agustus 2017 sampai dengan 31 Agustus 2017 dan diakhiri penyerahan dokumen kependudukan dan laporan evaluasi penilaian.


  • -

Pelayanan Dinas Dukcapil Ponorogo membeludak setelah lebaran

Akibat libur panjang selama lebaran, Dukcapil Ponorogo setiap hari mulai pagi hingga siang diserbu oleh ratusan warga yang akan mengurus Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, Surat Pindah dan perekaman KTP el

Ratusan warga yang datang dari berbagai kecamatan di Ponorogo ini harus rela berjubel di loket antrean, agar segera dilayani petugas Dukcapil. Bahkan antrean membludak sampai memenuhi ruangan kantor Dukcapil Ponorogo.

Menurut Kepala Dukcapil Ponorogo Ir. ENDANG RETNO WULANDARI.MM pasca liburan panjang lebaran kantor Dukcapil Ponorogo telah terjadi lonjakan pengurusan dokumen kependudukan, terutama perekaman KTPel, pindah tempat, perubahan data kependudukan, dan pengurusan Kartu Keluarga hingga dua kali lipat dari biasanya yang dalam sehari hanya melayani 300 pengurusan . Hal ini dikarenakan kesadaran penduduk yang sudah mulai tertib untuk mengurus dokumen kependudukan, serta anak-anak sekolah yang masih libur.

“Untuk kesediaan blangko KTP el saat ini memang masih diprioritaskan bagi penduduk yang belum pernah memiliki KTP el (status perekaman Print Ready Record). Hal ini sesuai Surat Edaran Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri tanggal 3 April 2017 nomor: 471.13/383/dukcapil.ses perihal mekanisme distribusi blangko KTP elektronik dan mekanisme pencetakan sudah disampaikan melalui UPTD Dukcapil kecamatan, Desa/Kelurahan. “tambahnya.


  • -

Dukcapil Ponorogo sisir ke pelosok Kejar Penduduk belum Perekaman KTPel

perekaman

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab Ponorogo langsung bergerak melakukan jemput bola dengan mendatangi ke Desa desa untuk dilakukan perekaman KTPel terkait batas waktu perekaman KTPel sampai dengan 30 September 2016.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Ir. Endang Retno Wulandari,MM menyebutkan, untuk memaksimalkan program tersebut, Dinas Dukcapil Ponorogo menerjunkan tim reaksi cepat yang melibatkan Desa/Kelurahan, UPT Kecamatan dan Dinas Dukcapil untuk dilakukan perekaman e-KTP di masing masing Desa/kelurahannya dengan jadwal perekaman yang disusun oleh UPT Kecamatan

 Bu Retno disapa begitu menyebutkan, Dinas Dukcapil sebelumnya telah berkoordinasi dengan Kecamatan dan Desa/Kelurahan dalam Sosialiasi SIAK Terpadu terdapat data yang sangat signifikan antara lain untuk pemula yang belum perekaman sebanyak 12.675, belum rekam non pemula DKB 28.888, data ganda 2015 19.407, data non DKB 75.026, belum rekam non pemula lainya 334.

Ia mengimbau seluruh masyarakat supaya meluangkan waktu melakukan perekaman meskipun tidak langsung memperoleh KTPel. Yang penting perekaman dulu, pencetakan KTPel nya akan menyusul kemudian.

“Pencetakan KTPel dapat dilakukan secara mandiri yaitu datang ke Dinas Dukcapil cukup membawa KTP lama dan Fotocopy Kartu Keluarga dengan program teko langsumg cetak sejak bulan februari 2016. Sebelum dicetak pastikan data di Kartu Keluarga sudah benar”.

Beliau juga menambahkan bahwa saat ini jumlah perekam belakangan meningkat drastis. Ribuan masyarakat mengantre di kantornya saban hari untuk urusan KTP saja mencapai 800 antrean. Mulai aktivasi, rekam dan cetak. Pihaknya memang tetap dapat melakukan cetak. Namun, untuk data yang sudah dapat ditarik dari pusat atau tunggakan cetak sebelumnya. Penundaan cetak hanya bagi masyarakat yang melakukan perekaman di atas tanggal 22 Agustus lalu. ‘’Sekali lagi yang terpenting itu perekamannya. Jika sudah perekaman data tidak akan disisihkan,’’ jelasnya.

Bu Retno juga menambahkan bahwa, terkait kesediaan blangko KTPel tidak perlu dirisaukan lagi. Karena persediaan blangko mencukupi baik di Dinas maupun persediaan di Ditjen Dukcapil Kemendagri.

“Dinas dukcapil juga membuka layanan khusus untuk bulan september 2016 hari sabtu dan minggu dibuka semua jenis layanan yang dimulai pukul 08.00 s/d 12.00 WIB” tuturnya.

JADWAL PEREKAMAN KELILING DESA/KELURAHAN


  • -

Senam dan Sidak Awali Kerja Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni

Pada hari pertama sebagai Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni hadir di tengah warga dan para PNS tanpa atribut resminya. Jumat (19/2) pagi kemarin, ia tampil sporty dengan kaos hijau muda dan celana hitam sepatu olahraga. Ipong, sang saudagar emas hitam Samarinda, yang kini jadi birokrat memulai aktivitasnya dengan senam bersama di halaman Gedung Graha Krida Praja Pemkab Ponorogo.

Bersama sang istri Sri Wahyuni, ia tampak serius mengikuti setiap gerak instruktur senam dengan gerak masih tampak kaku. Wakilnya, Sudjarno, Sekdakab Ponorogo Agus Pramono dan sejumlah kepala dinas tampak hadir mengikuti sang bupati yang turun ke bawah bersenam ria.

Seusai senam, tanpa berganti kostum, Ipong memilih melakukan inspeksi di dua kantor yang berada di kompleks gedung pemerintah tersebut, yaitu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan Kantor Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda). Keduanya bersebelahan tepat di depan lokasi senam para birokrat dan PNS Pemkab Ponorogo tersebut.

Di Kantor Dinas Dukcapil, Ipong sempat berbincang dengan sejumlah warga yang mengantre untuk layanan kependudukan. Ia juga sempat mencoba peralatan pembuatan KTPel, seperti pemindai sidik jari hingga pemindai retina mata. Dari kondisi yang ada, Ipong langsung mengambil kesimpulan bahwa layanan kependudukan yang cepat, akurat, dan lebih dekat ke masyarakat sangat dibutuhkan.

“Memang harus segera diubah dari KTP manual ke KTP elektronik. Untuk mempercepat, harusnya memang didekatkan ke warga. Sampai ke UPTD (tingkat kecamatan). Ya peralatan, ya personelnya. Tapi kita harus hitung dulu dana yang dibutuhkan. Kalau daerah tidak bisa, ya kita minta ke provinsi, sampai ke pusat bila perlu,” ujarnya.

Karena itu, ia dan kepala Dukcapil akan membuat konsep tentang bentuk layanan yang dibutuhkan masyarakat. Dari konsep ini, maka kebutuhan personel dan peralatan bisa dirumuskan. Termasuk kebutuhan dana yang harus dicarikan sumbernya. Seusai dari Dinas Dukcapil, Ipong langsung menuju Gedung Bappeda Ponorogo. Ia menyapa sejumlah PNS yang sedang beraktivitas di gedung itu.

Ia juga memasuki beberapa ruangan untuk melihat kondisi gedung yang menjadi pusat pengembangan dan kemajuan Kabupaten Ponorogo tersebut. Setelah sidak bersama wakilnya, Sudjarno, kedua pucuk pimpinan Kabupaten Ponorogo ini memilih beristirahat di teras Pringgitan alias rumah dinas bupati.

Sumber : koran sindo


POLLING LAYANAN

Selamat Datang Di Website Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab Ponorogo. Silakan pilih  polling kepuasan layanan

"Salam 20 Menit"

Puaskah anda terhadap layanan Salam 20 menit untuk akta kelahiran dan akta kematian ?