Dukcapil buka layanan cetak KTPel “teko langsung cetak”

  • -

Dukcapil buka layanan cetak KTPel “teko langsung cetak”

Saat ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kab. ponorogo telah memulai pencetakan KTPel bagi penduduk yang hilang/rusak dan penggantian suket (Surat Keterangan) Menurut Ir. Endang Retno Wulandari, MM selaku Kadin Dukcapil Kab. Ponorogo bahwa proses pencetakan KTPel saat ini adalah tindak lanjut dari surat Edaran Ditjen Dukcapil Kemendagri nomor 471.13/11659/Dukcapil tanggal 26 September 2017 tentang Pencetakan KTPel yang sebelumnya hanya di prioritaskan untuk PRR (Print Ready Record) dan belum pernah melakukan pencetakan KTPel tetapi dengan adanya Surat Edaran tersebut penduduk dapat melakukan pencetakan dengan memperhatikan beberapa hal :

  1. Pelayanan cetak KTPel untuk pemula, perubahan data, penduduk datang dan KTPel rusak ataupun hilang.
  2. Untuk KTPel yang habis masa waktu tetap berlaku seumur hidup, tidak dapat dicetak perpanjangan, dan masih tetap berlaku.
  3. KTPel yg merubah karena pemekaran RT RW untuk sementara belum dapat dilayani.

Sistem Pencetakan KTPel penduduk dapat melakukan dengan 2 cara :

  1. Dengan TLC “Teko Langsung Cetak” di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab Ponorogo jalan Aloon-aloon Utara Nomor 08 Ponorogo
  2. Melalui UPT Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kecamatan sesuai domisili penduduk.

Bu Retno disapa begitu menambahkan “bagi penduduk yang tidak dapat pencetakan KTPel hal ini dikarenakan NIK atau data penduduk  masih dalam proses penunggalan di server Ditjen Dukcapil Kemendagri. Untuk itu silakan meninggalkan nomor handphone ke petugas kami atau sms/hotline atau sosmed media kami agar nantinya ketika status sudah siap, Dukcapil Ponorogo yang akan menghubungi penduduk”.

 

TATACARA DAN MEKANISME : DOWNLOAD


  • -

NGOBAR bersama Warga Bangunrejo Sampung

Masih adanya penduduk yang belum perekaman dan untuk meningkatkan cakupan  Kepemilikan Akta Kelahiran bagi anak usia 0 s/d 18 Tahun, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Ponorogo menyelenggarakan NGOBAR “NGOBROL BARENG” bersama masyarakat Desa bangunrejo, Sampung yang dilaksanakan di Balai Desa Bangunrejo Kecamatan Sampung. (14/08/2017)

Hal ini diungkapkan Kadin Dukcapil Ir. Endang Retno Wulandari. MM ” Dukcapil Ponorogo ingin lebih dekat dengan masyarakat dalam memberikan informasi kemajuan terkait layanan Administrasi Kependudukan dan ingin mendengar langsung apa yang menjadi permasalahan penduduk dalam kepengurusan Administrasi Kependudukan”. Sosialisasi Administrasi Kependudukan di tahun tahun sebelumnya dilakukan melalui Kecamatan dengan peserta Aparat Desa akan tetapi kali ini Dukcapil mengundang tokoh masyarakat langsung, RT, BPD, PKK, Kepala Desa dan jajarannya tambahnya. Untuk Desa Bangunrejo diketahui bahwa masih ada penduduk yang belum Perekaman KTPel  165  ORANG dan 181 Anak belum punya Akta kelahiran.

Beliau menambahkan bahwa Pelaksanaan Ngobar “Ngobrol Bareng” di Desa Bangunrejo Kecamatan Sampung menjadi awal dari kegiatan dan nantinya ditargetkan secara bertahap ke Desa/Kelurahan se Kabupaten Ponorogo.

 

 


  • -

Senam dan Sidak Awali Kerja Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni

Pada hari pertama sebagai Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni hadir di tengah warga dan para PNS tanpa atribut resminya. Jumat (19/2) pagi kemarin, ia tampil sporty dengan kaos hijau muda dan celana hitam sepatu olahraga. Ipong, sang saudagar emas hitam Samarinda, yang kini jadi birokrat memulai aktivitasnya dengan senam bersama di halaman Gedung Graha Krida Praja Pemkab Ponorogo.

Bersama sang istri Sri Wahyuni, ia tampak serius mengikuti setiap gerak instruktur senam dengan gerak masih tampak kaku. Wakilnya, Sudjarno, Sekdakab Ponorogo Agus Pramono dan sejumlah kepala dinas tampak hadir mengikuti sang bupati yang turun ke bawah bersenam ria.

Seusai senam, tanpa berganti kostum, Ipong memilih melakukan inspeksi di dua kantor yang berada di kompleks gedung pemerintah tersebut, yaitu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan Kantor Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda). Keduanya bersebelahan tepat di depan lokasi senam para birokrat dan PNS Pemkab Ponorogo tersebut.

Di Kantor Dinas Dukcapil, Ipong sempat berbincang dengan sejumlah warga yang mengantre untuk layanan kependudukan. Ia juga sempat mencoba peralatan pembuatan KTPel, seperti pemindai sidik jari hingga pemindai retina mata. Dari kondisi yang ada, Ipong langsung mengambil kesimpulan bahwa layanan kependudukan yang cepat, akurat, dan lebih dekat ke masyarakat sangat dibutuhkan.

“Memang harus segera diubah dari KTP manual ke KTP elektronik. Untuk mempercepat, harusnya memang didekatkan ke warga. Sampai ke UPTD (tingkat kecamatan). Ya peralatan, ya personelnya. Tapi kita harus hitung dulu dana yang dibutuhkan. Kalau daerah tidak bisa, ya kita minta ke provinsi, sampai ke pusat bila perlu,” ujarnya.

Karena itu, ia dan kepala Dukcapil akan membuat konsep tentang bentuk layanan yang dibutuhkan masyarakat. Dari konsep ini, maka kebutuhan personel dan peralatan bisa dirumuskan. Termasuk kebutuhan dana yang harus dicarikan sumbernya. Seusai dari Dinas Dukcapil, Ipong langsung menuju Gedung Bappeda Ponorogo. Ia menyapa sejumlah PNS yang sedang beraktivitas di gedung itu.

Ia juga memasuki beberapa ruangan untuk melihat kondisi gedung yang menjadi pusat pengembangan dan kemajuan Kabupaten Ponorogo tersebut. Setelah sidak bersama wakilnya, Sudjarno, kedua pucuk pimpinan Kabupaten Ponorogo ini memilih beristirahat di teras Pringgitan alias rumah dinas bupati.

Sumber : koran sindo


  • -

Mendagri Terbitkan Surat Edaran, Tegaskan KTP El Berlaku Seumur Hidup

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo telah menandatangani surat edaran (SE) kepada seluruh gubernur, bupati dan wali kota. SE itu terkait penegasan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El atau e-KTP) berlaku seumur hidup. Demikian dikemukakan Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Fakrulloh, Jumat (29/1). “SE sudah ditandatangani Pak Menteri pada Kamis (28/1),” kata Zudan. Menurutnya, SE memang sepatutnya diterbitkan. Pasalnya, masih terdapat masyarakat yang belum mengetahui masa berlaku KTP elektronik seumur hidup.

“Penyedia layanan seperti pihak bank dan notaris serta kepolisian belum tahu KTP elektronik yang ada masa berlakunya tidak perlu diperpanjang,” ujarnya. Sebelumnya, Mendagri meminta masyarakat tidak mengkhawatirkan terkait masih adanya KTP elektonik yang memuat masa berlaku. “Bagi Anda yang masa berlaku KTP elektronik habis, tidak perlu mengurus perpanjangan masa berlakunya lagi. KTP tersebut masih tetap bisa digunakan, meski di dalam kolom berlaku terdapat tanggal kedaluwarsanya,” kata Tjahjo.

“KTP elektronik yang sekarang dibagikan, masa berlakunya memang tertulis berlaku seumur hidup. Namun untuk yang sudah kedaluarsa pun masih sah dan tetap berlaku.” Bagi masyarakat yang belum mengetahui hal itu, menurutnya, jangan sampai memberikan uang kepada calo untuk perpanjangan membuat KTP elektronik baru. “Jadi Anda tak perlu takut dan khawatir ditolak saat menunjukkan KTP elektronik sewaktu ada razia kepolisian atau-pun disaat mengurus surat-surat penting di kantor/lembaga manapun,” tegasnya.

sumber : dirjen dukcapil


TEKO LANGSUNG CETAK

Teko Langsung Cetak inilah slogan dari program pencetakan KTPel yang akan baru di mulai tanggal 1 Februari 2016. Hal ini disampaikan di sela rapat rutin hari jumat (29/1) dengan Kepala UPTD Kecamatan di Aula Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kab Ponorogo. Pelayanan Teko Langsung Cetak akan dilaksanakan hanya di Dinas dukcapil sedangan UPT di kecamatan hanya melakukan perekaman saja. Bagaimana proses mendapatkan KTPel  tersebut ?

    1. Penerbitan KTP-el dilaksanakan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jl. Aloon-Aloon Utara No. 8 Ponorogo;
    2. Penduduk harus membawa sendiri permohonan penerbitan KTP-el dan melakukan aktivasi KTP-el yang telah diterbitkan;
    3. Dalam hal penduduk tidak dapat membawa sendiri permohonannya disebabkan dalam kondisi sakit parah/difabel/lansia maka dapat diwakili oleh keluarganya dengan dilampiri surat keterangan sakit dari rumah sakit/puskesmas/dokter atau surat Keterangan dari Desa/Kelurahan yang dilengkapi pernyataan (pemohon sendiri/keluarga) terkait kondisi pemohon yang menyebabkan ketidakhadirannya. Apabila penduduk tersebut sudah tidak memiliki keluarga maka dapat diwakili oleh perangkat Desa/Kelurahan dengan surat tugas/surat kuasa dari Kepala Desa/Lurah;
    4. Penduduk telah melakukan perekaman KTP-el minimal 1 (satu) hari sebelum pengajuan permohonan penerbitan KTP-el;
    5. Data yang tercantum dalam permohonan KTP-el, Kartu Keluarga (KK) dan database SIAK harus sesuai dan valid;
    6. Dalam hal pemohon melakukan perubahan elemen data dalam KTP-el (Nama dan gelar, Tempat dan tanggal lahir, Jenis kelamin, Agama, Status perkawinan, Pekerjaan, Alamat) Maka Kartu Keluarga dari pemohon harus dirubah terlebih dahulu sebelum permohonan KTP-el diajukan oleh pemohon;
    7. Sistem Pencetakan KTP-el dan Jaringan Online KTP-el di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil tidak sedang bermasalah;
    8. Permohonan penerbitan KTP-el dalam 1 (satu) hari kerja maksimal 150 permohonan.

 

 

tatacara dan prosedur KTPel : KLIK DISINI

Download formulir permohonan KTPel : DOWNLOAD


POLLING LAYANAN

Selamat Datang Di Website Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab Ponorogo. Silakan pilih  polling kepuasan layanan

"Salam 20 Menit"

Puaskah anda terhadap layanan Salam 20 menit untuk akta kelahiran dan akta kematian ?

FACEBOOK