Ada yang beda dengan Pencatatan Perkawinan di Dukcapil Ponorogo

  • -

Ada yang beda dengan Pencatatan Perkawinan di Dukcapil Ponorogo

Sebelum adanya perubahan Undang-Udang Nomor: 23 Tahun 2006 menjadi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, perbaikan pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil Kabupaten Ponorogo telah melakukan berbagai inovasi peningkatan pelayanan.

Ir. Endang Retno Wulandari. MM selaku Kadin Dukcapil Ponorogo mengatakan inovasi tersebut adalah dalam upaya peningkatan menuju pelayanan yang semakin tertib, lancar dan NYAMAN. Salah satu inovasi yang terbaru adalah Ruang Pencatatan Perkawinan. Ruang Pencatatan Perkawinan di desain dengan dekorasi dan atribut photo booth pernikahan yang lagi hit saat ini. Ide ide kreatif muncul dari staf Dinas Dukcapil Ponorogo yang memang di pacu dalam memunculkan perubahan dalam pelayanan

Proses Pencatatan Perkawinan dilakukan setelah penduduk mengajukan permohonan dan diumumkan selama 10 hari, jika tidak ada sanggahan dari pihak manapun maka dapat dilakukan Pencatatan Perkawinan. Dahulu penerbitan Kutipan Akta Perkawinan bisa memakan  waktu 15 hari tetapi saat ini Akta Kutipan Perkawinan langsung diberikan bersamaan setelah proses Pencatatan perkawinan tambahnya.


  • -

SOSIALISASI PERKAWINAN TERLAMBAT

Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri, dengan tujuan membentuk keluarga. Tujuan dari Perkawinan itu sendiri adalah Melindungi warga Negara dalam membangun keluarga & memberikan kepastian hukum terhadap Suami, Istri, dan anak – anaknya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab.Ponorogo dalam rangka Sosialisasi Perkawinan terlambat di Kecamatan Sooko yang dihadiri oleh Tim Kecamatan, Tim Desa dan tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. (21/9/2015)

Perkawinan yang sah berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang undangan Wajib dilaporkan oleh penduduk kepada instansi pelaksana ditempat terjadinya perkawinan paling lambat 60 ( enam puluh ) hari sejak tanggal perkawinan ( UU No.23 TH 2006 Pasal 34 ayat (1). Hal ini terjadi pada masa lalu bahwa ketika penduduk selain Islam telah melakukan pernikahan secara Agama akan tetapi belum di catatkan perkawinannya ke Instansi Pelaksana. efek yang terjadi antara lain :

  • Terbitnya Akta anak dari seorang ibu
  • Dokumen KK dan KTPel status kawin
  • Tidak bisa dibuktikan dengan Akta Perkawinan Catatan Sipil
  • Penduduk tidak bisa permohonan cerai di dukcapil
  • Hak hak anak tidak terpenuhi (warisan dll)

Kepala dinas juga mengungkapkan bahwa dimulai dengan Kecamatan Sooko yang paling banyak penduduk selain Islam maka dilakukan pendataan untuk memastikan seberapa banyak yang belum tercatat. Proses lebih lanjut jika nantinya permohonan penduduk memenuhi syarat akan dilakukan Pencatatan Perkawinan secara massal disertai pengesahan anak-anaknya.


POLLING LAYANAN

Selamat Datang Di Website Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab Ponorogo. Silakan pilih  polling kepuasan layanan

"Salam 20 Menit"

Puaskah anda terhadap layanan Salam 20 menit untuk akta kelahiran dan akta kematian ?

FACEBOOK