Category Archives: Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil

Pelayanan Dinas Dukcapil Ponorogo membeludak setelah lebaran

Akibat libur panjang selama lebaran, Dukcapil Ponorogo setiap hari mulai pagi hingga siang diserbu oleh ratusan warga yang akan mengurus Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, Surat Pindah dan perekaman KTP el

Ratusan warga yang datang dari berbagai kecamatan di Ponorogo ini harus rela berjubel di loket antrean, agar segera dilayani petugas Dukcapil. Bahkan antrean membludak sampai memenuhi ruangan kantor Dukcapil Ponorogo.

Menurut Kepala Dukcapil Ponorogo Ir. ENDANG RETNO WULANDARI.MM pasca liburan panjang lebaran kantor Dukcapil Ponorogo telah terjadi lonjakan pengurusan dokumen kependudukan, terutama perekaman KTPel, pindah tempat, perubahan data kependudukan, dan pengurusan Kartu Keluarga hingga dua kali lipat dari biasanya yang dalam sehari hanya melayani 300 pengurusan . Hal ini dikarenakan kesadaran penduduk yang sudah mulai tertib untuk mengurus dokumen kependudukan, serta anak-anak sekolah yang masih libur.

“Untuk kesediaan blangko KTP el saat ini memang masih diprioritaskan bagi penduduk yang belum pernah memiliki KTP el (status perekaman Print Ready Record). Hal ini sesuai Surat Edaran Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri tanggal 3 April 2017 nomor: 471.13/383/dukcapil.ses perihal mekanisme distribusi blangko KTP elektronik dan mekanisme pencetakan sudah disampaikan melalui UPTD Dukcapil kecamatan, Desa/Kelurahan. “tambahnya.


Ada yang beda dengan Pencatatan Perkawinan di Dukcapil Ponorogo

Sebelum adanya perubahan Undang-Udang Nomor: 23 Tahun 2006 menjadi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, perbaikan pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil Kabupaten Ponorogo telah melakukan berbagai inovasi peningkatan pelayanan.

Ir. Endang Retno Wulandari. MM selaku Kadin Dukcapil Ponorogo mengatakan inovasi tersebut adalah dalam upaya peningkatan menuju pelayanan yang semakin tertib, lancar dan NYAMAN. Salah satu inovasi yang terbaru adalah Ruang Pencatatan Perkawinan. Ruang Pencatatan Perkawinan di desain dengan dekorasi dan atribut photo booth pernikahan yang lagi hit saat ini. Ide ide kreatif muncul dari staf Dinas Dukcapil Ponorogo yang memang di pacu dalam memunculkan perubahan dalam pelayanan

Proses Pencatatan Perkawinan dilakukan setelah penduduk mengajukan permohonan dan diumumkan selama 10 hari, jika tidak ada sanggahan dari pihak manapun maka dapat dilakukan Pencatatan Perkawinan. Dahulu penerbitan Kutipan Akta Perkawinan bisa memakan  waktu 15 hari tetapi saat ini Akta Kutipan Perkawinan langsung diberikan bersamaan setelah proses Pencatatan perkawinan tambahnya.


BIKIN AKTA HANYA 20 MENIT

Pelayanan yang cepat, mudah, murah menjadi hal yang didambakan oleh masyarakat. Sedangkan Pemerintah Daerah, selain hal tersebut diatas pelayanan yang akurat menjadi poin utama dalam pelaksanaan pelayanan demi untuk melindungi hak sipil penduduk.

Melalui peningkatan Tata Kelola Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ponorogo secara bertahap dan terus menerus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan melalui prinsip partisipasi, koordinasi, efektivitas, efisiensi, keterbukaan, akuntabilitas serta perlindungan hukum untuk menuju Kabupaten Ponorogo yang lebih maju, berbudaya dan religious.

Berbagai pola pelayanan terus dibangun untuk bisa lebih memudahkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, sehingga 5 tahun ke depan seluruh penduduk bisa mempunyai dokumen kependudukan yang lengkap, akurat dan mutakhir.

Selain program Paket Lengkap “PAKEL” yang telah diluncurkan sejak triwulan IV tahun 2016, maka pada hari ini SELASA, tanggal 14 Maret 2017, kembali diluncurkan produk layanan penerbitan Akta Kelahiran dan Akta Kematian “ SALAM 20 MENIT’, yang diluncurkan langsung oleh Bapak Bupati Ponorogo Drs. Ipong Muchlissoni di Dinas Dukcapil Kabupaten Ponorogo.

Peluncuran ini ditandai secara simbolis dengan penyerahan Dokumen Akta kepada pemohon oleh Bapak Bupati Dengan membawa persyaratan yang lengkap dan benar serta data yang sudah serasi pada semua dokumen yang dimiliki oleh seorang penduduk, maka hanya dengan waktu 20 menit penduduk sudah bisa menerima akta kelahiran  atau akta kematian yang dibutuhkan.

Suatu program pasti akan tidak sempurna, sehingga kritik dan masukan selalu akan menjadi salah satu bahan evaluasi untuk penyempurnaan, dan yang pasti niatan untuk memberikan kebahagian kepada penduduk melalui pelayanan adminduk yang lebih baik menjadi hal utama dalam seluruh pola pelayanan yang dibangun. Demikian, kami akan terus selalu berbenah untuk bisa terus memberikan pelayanan yang membahagiakan masyarakat.

SALAM DUKCAPIL KABUPATEN PONOROGO BISA LEBIH BAIK.


Dukcapil Ponorogo luncurkan program PAKEL “Paket Lengkap” di 3 Kecamatan

Setelah sukses meluncurkan program KTP elektronik dengan “teko langsung cetak”, kini Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berupaya membuat program inovasi baru yang memudahkan warga dalam mengurus administrasi kependudukan dengan meluncurkan program PAKET LENGKAP “PAKEL” .

Rencananya, program PAKEL akan diluncurkan mulai 1 November 2016 sebagai pilot project sementara di 3 (tiga) Kecamatan yaitu Kecamatan Pulung, Kecamatan Badegan, Kecamatan Jetis.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Ir. Endang Retno Wulandari , MM, mengatakan, program paket lengkap ini dilakukan sesuai misi Bapak Bupati Ponorogo yaitu untuk mendekatkan pelayanan kepada penduduk. Program Pakel ini artinya penduduk didalam mengurus administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga Akta Kelahiran untuk anak usia 0 s/d 60 hari, Akta Kematian sejak 1 januari 2016, KTPel cukup melalui UPT dukcapil di Kecamatan.

“Sebagai contoh dari PAKEL ini ketika penduduk yang ingin melaporkan kelahiran anaknya, pelaporannya cukup melalui UPT Kecamatan dan nantinya akan didapatkan dokumen sekaligus yaitu Akta Kelahiran Anak, Kartu Keluarga Terbaru dan KTPel jika sebelumnya orang tua masih berstatus belum kawin. jadi penduduk tidak perlu bolak balik ke Dinas Dukcapil” Ungkapnya.

Selain itu, pengurusan akta kematian yang proses sebelumnya penduduk harus melaporkan sendiri ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. ponorogo tetapi dengan program pakel melalui pelaporan modin dengan Buku Pokok Pemakaman sesuai SE Surat Edaran No. 472.12/2701/Dukcapil perihal Peningkatan Pencatatan Peristiwa Kematian maka akan diterbitkan Akta Kematian sekaligus Kartu Keluarga dan KTPel dengan status cerai mati bagi penduduk yang ditinggalkan.

pakel


Dukcapil Ponorogo Gelar Pernikahan Masal

Tindak lanjut Pencatatan perkawinan terlambat di tahun 2015 kembali lagi dilaksanakan sebanyak 12 pasangan secara massal, Pernikahan ini dilakukan di aula lantai 2 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ponorogo

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab Ponorogo Ir.Endang Retno Wulandari, MM sebelum dilaksanakan pencatatan pernikahan menyampaikan bahwa Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seseorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga ( rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa ). Pencatatan perkawinan ini untuk penduduk non muslim yang dikarenakan penduduk sudah menikah sah secara agama akan tetapi belum dilakukan pencatatan di Dinas Dukcapil.

Kepala Dinas Dukcapil memastikan pernikahan itu gratis atau tidak dipungut biaya sebab hal itu amanat Undang-undang nomor 23/2013. Sesuai undang-undang tersebut, seluruh dokumen telah disiapkan dan ditanggung oleh Negara. Dalam melaksanakan program nikah massal ini, pihaknya pun tidak akan mempersulit warga menyangkut pemenuhan persyaratan. Asal memiliki kartu tanda penduduk elektronik, kartu keluarga dan akta nikah gereja bagi mereka yang beragama Kristen, pernikahan dapat dilakukan. Ia tak ingin warga menyepelekan pencatatan perkawinan sipil sebab hal itu demi kepentingan anak-anak mereka kedepan terutama menyangkut pengurusan dokumen anak. “Misalnya saat anak mau masuk sekolah, dia tentu butuh akta kelahiran sementara akta kelahiran tidak bisa dibuat tanpa ada akta nikah orang tuanya” Bu Retno disapa begitu juga menyampaikan terkait penduduk yang belum perekaman dan sistem pencetakan KTP-el ”bagi penduduk yang belum perekaman untuk segera melakukan perekaman di UPT Kecamatan masing masing karena sesuai SE Menteri Dalam Negeri batas akhir perekaman sampai dengan 30 September 2016 jika tidak data akan disisihkan. Sedangan untuk pencetakan KTPel dilakukan di Dinas Dukcapil”

Setelah sambutan dan arahan dari Kepala Dinas Dukcapil dilaksanakan prosesi pernikahan yang di pimpin oleh Kepala Seksi Perkawinan dan Perceraian Dhevit Yuniarko, SE dan disaksikan oleh wali dan saksi mempelai. Acara inipun selesai pukul 11.00 WIB dan diakhiri dengan Doa.