Category Archives: Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil

Horeeeee… aku Punya Akta Kelahiran

Hore..aku punya Akta Kelahiran. demikian teriakan secara bersama sama 75 anak yang saat ini duduk di Sekolah Dasar Negeri Banaran Kecamatan Pulung (9/11)
Upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari ini di SDN Banaran kali ini berbeda dari hari biasanya. Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo DR. Drs. Agus Pramono, MM hadir dalam kegiatan tersebut dan memimpin untuk pembina upacara sekaligus penyerahan Akta kelahiran mobile yang diagendakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab Ponorogo mulai tanggal 19 Oktober 2015 s/d 18 Nopember 2015.

image

Ir. Endang Retno Wulandari,MM selaku Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab.Ponorogo menyampaikan bahwa kegiatan Akta keliling mobile lebih disasarkan ke anak SD. Data yang diperoleh sebesar 3.192 siswa masih banyaknya anak SD yang
Belum mempunyai akta kelahiran. Dari hasil sampai saat ini 9/11 sudah terdaftar dan tercetak Akta kelahiran sebayak 410 lembar. Capain ini sungguh luar biasa yang dimana sasaran Akta Kelahiran Mobile di Desa / Kelurahan dan Kecamatan akan tetapi kali ini tim Dukcapil langsung ke titik sasaran yaitu SD.

Bu Retno di sapa begitu juga menyampaikan bahwa Dinas Dukcapil telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan serta Kemenag Kab.Ponorogo untuk dilakukan pendataan siswa didik SD/MI, SLTP/Mts, SMU/MA kepemilikan akta kelahiran agar cakupan kepemilikan Akta Kelahiran sesuai target dan penyelesaian segera bagi anak anak yang belum mempunyai Akta Kelahiran.

image


PERCEPATAN PENCATATAN AKTA KELAHIRAN BAGI ANAK SEKOLAH DASAR

Semua anak harus didaftarkan segera setelah kelahirannya dan harus mempunyai nama serta kewarganegaraan. Kepemilikan akta kelahiran merupakan salah satu bukti telah terpenuhinya hak memiliki identitas sebagai anak. Hal ini di sampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kab. Ponorogo Ir. Endang retno Wulandari, MM dalam rapat koordinasi Percepatan Pencatatan Akta Kelahiran dengan Dinas Pendidikan. Dalam rapat tersebut dihadiri juga oleh UPT Dinas Dukcapil, UPT Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah 21 Kecamatan se Kabupaten Ponorogo. Hasil pendataan anak didik siswa Sekolah Dasar yang dilakukan tahun 2013 terdapat 3.336 siswa yang belum mempunya Akta Kelahiran dan sampai dengan tahun 2015 hasil terproses pencatatan Kelahiran sebanyak 144 siswa. Bu retno begitu di sapa menyampaikan bahwa format penyelesaian percepatan Akta Kelahiran kali ini berbeda dengan sebelumnya yang dimana Kepala Sekolah mendata dan mengumpulkan berkas kemudian dikiirm ke UPT Dinas pendidikan untuk selanjutnya berkas di kirim ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab Ponorogo untuk dilakukan proses verifikasi dan penerbitan Akta Kelahiran, akan tetapi format 2015 ini Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil akan datang ke SD disalah satu Kecamatan yang ditunjuk dan disepakati bersama untuk melakukan verifikasi berkas dan langsung dicetak Akta Kelahirannya. Bagi SD yang lain bisa bergabung sesuai dengan wilayah berdasarkan Kecamatan masing-masing.

berikut Jadwal Pelayanan Keliling :

NO TANGGAL PELAYANAN LOKASI KECAMATAN
1 19 Oktober 2015 SDN 1 TUGUREJO SLAHUNG
2 20 Oktober 2015 SDN 2 MRAYAN NGRAYUN
3 21 Oktober 2015 SDN 3 MUNGGU BUNGKAL
4 22 Oktober 2015 UPTD DUKCAPIL SAWOO
5 26 Oktober 2015 UPTD DUKCAPIL SOOKO
6 27 Oktober 2015 SDN BANARAN PULUNG
7 28 Oktober 2015 SDN 2 SUREN MLARAK
8 29 Oktober 2015 SDN 1 WONOKETRO JETIS
9 02 Nopember 2015 UPTD DIKNAS SIMAN
10 03 Nopember 2015 SDN 3 PANDAK BALONG
11 04 Nopember 2015 SDN 2 MARON KAUMAN
12 05 Nopember 2015 SDN 2 WATUBONANG BADEGAN
13 09 Nopember 2015 SDN 4 POHIJO SAMPUNG
14 10 Nopember 2015 SDN 3 KEDUNGBANTENG SUKOREJO
15 11 Nopember 2015 SDN 3 LEMBAH BABADAN
16 12 Nopember 2015 SDN 2 KAUMAN PONOROGO
17 16 Nopember 2015 SDN 1 WATES JENANGAN
18 17 Nopember 2015 UPTD DUKCAPIL NGEBEL
19 18 Nopember 2015 SDN PUDAKWETAN PUDAK

*.) Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu


SOSIALISASI PERKAWINAN TERLAMBAT

Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri, dengan tujuan membentuk keluarga. Tujuan dari Perkawinan itu sendiri adalah Melindungi warga Negara dalam membangun keluarga & memberikan kepastian hukum terhadap Suami, Istri, dan anak – anaknya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab.Ponorogo dalam rangka Sosialisasi Perkawinan terlambat di Kecamatan Sooko yang dihadiri oleh Tim Kecamatan, Tim Desa dan tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. (21/9/2015)

Perkawinan yang sah berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang undangan Wajib dilaporkan oleh penduduk kepada instansi pelaksana ditempat terjadinya perkawinan paling lambat 60 ( enam puluh ) hari sejak tanggal perkawinan ( UU No.23 TH 2006 Pasal 34 ayat (1). Hal ini terjadi pada masa lalu bahwa ketika penduduk selain Islam telah melakukan pernikahan secara Agama akan tetapi belum di catatkan perkawinannya ke Instansi Pelaksana. efek yang terjadi antara lain :

  • Terbitnya Akta anak dari seorang ibu
  • Dokumen KK dan KTPel status kawin
  • Tidak bisa dibuktikan dengan Akta Perkawinan Catatan Sipil
  • Penduduk tidak bisa permohonan cerai di dukcapil
  • Hak hak anak tidak terpenuhi (warisan dll)

Kepala dinas juga mengungkapkan bahwa dimulai dengan Kecamatan Sooko yang paling banyak penduduk selain Islam maka dilakukan pendataan untuk memastikan seberapa banyak yang belum tercatat. Proses lebih lanjut jika nantinya permohonan penduduk memenuhi syarat akan dilakukan Pencatatan Perkawinan secara massal disertai pengesahan anak-anaknya.