Category Archives: Sekretariat

Mahasiswa KKN UNMUH Ponorogo Pelopor Tertib Adminduk

Dokumen kependudukan merupakan hal yang mendasari penduduk dalam mendapatkan pelayanan publik dan pelayanan lainnya. Saat ini masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan. Pengabdian para mahasiswa tidak hanya pada pembangunan fisik tapi juga membangun non fisik yang akan menjadi pondasi di masyarakat untuk bisa melaksanakan pembangunan fisik secara lebih optimal dan juga menjadi salah satu program strategis dalam pengentasan kemiskinan. Melalui sinergitas program akan lebih optimal hasilnya dan efesiensi biaya. Hal ini diungkapkan kepala Dinas kependudukan dan pencatatan Sipil Ir. Endang Retno Wulandari, MM dalam pembekalan mahasiswa KKN di DOM dan Masjid Al-Manar UNMUH Ponorogo.

Disela pembekalan tersebut bu Retno mengungkapkan bahwa Maksud kegiatan ini adalah Membangun Sinergitas Program Kegiatan antara Dinas Dukcapil dengan Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kepemilikan dokumen kependudukan yang tunggal, akurat, lengkap dan muhtakhir dengan tujuan :

  1. untuk Membangun kader-kader muda dibidang Kependudukan yang mampu membantu percepatan peningkatan kesadaran masyarakat dalam tertib administrasi kependudukan.
  2. Mahasiswa memperoleh pengetahuan, pengalaman belajar yang berharga melalui keterlibatan dalam masyarakat secara langsung untuk merumuskan, memecahkan dan menanggulangi permasalahan, khususnya terkait bidang Aministrasi Kependudukan.
  3. Percepatan penyelesaian permasalahan dan kepemilikan dokumen Kependudukan.
  4. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib Administrasi Kependudukan.

KKN yang direncanakan akan dimulai pada awal agustus tersebut mengusung tema GEMA PETA 2016 (Gerakan Mahasiswa Pelopor Tertib Administrasi Kependudukan 2016).


Jelang Lebaran, pemohon KTPel membludak

Masyarakat Ponorogo saat ini banyak mendatangi halaman Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kab Ponorogo, mereka antri untuk mengurus  pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTPel). Kepala dinas Dukcapil Ponorogo Ir. Endang Retno Wulandari, MM mengatakan , dalam beberapa minggu terakhir jajaranya memang melayani ratusan penduduk yang melakukan pencetakan KTPel.

“Dalam satu hari biasanya hanya sampai dengan pencetakan 350 akan tetapi menjelang Lebaran pencetakan mencapai 550 lebih”. Ramainya masyarakat dalam pelayanan pencetakan KTPel, lantaran dalam beberapa minggu terakhir bersamaan dengan liburnya anak sekolah yang saat ini sudah berusia 17 Tahun’  Kemudian, banyak masyarakat yang mudik jelang lebaran Idul Fitri ke halaman rumahnya masing-masing. “Kalau yang mudik ini mereka memang baru bisa pulang dan kesulitan cuti/ijin untuk mencetak KTPel”katanya.

Meski ramai dalam memberikan pelayanan pada bulan puasa ini, namun pihaknya meminta pada jajaranya untuk tetap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. “Meskipun membludak setiap hari, namun kita harus memberikan pelayanan pada mereka”,


Esri Inc. Anugerahi Ditjen Dukcapil Kemendagri SAG Award 2016

Category : Sekretariat

Esri yang bermarkas di Amerika Serikat menganugerahkan penghargaan Special Achievement in Geographic Information System (GIS) Award 2016 kepada Ditjen Dukcapil Kemendagri. Penghargaan ini mewakili instansi dan organisasi di Indonesia yang telah memanfaatkan teknologi GIS dalam meningkatkan value business-nya. Penghargaan akan diberikan secara langsung oleh Esri Inc. pada Esri User Conference (UC) 2016 di San Diego pada tanggal 27 Juni – 1 Juli 2016 mendatang.

Special Achievement in GIS (GIS) Award 2016 merupakan penghargaan yang diberikan kepada instansi atau organisasi atas karya unggul dalam penerapan teknologi GIS di antara lebih dari 100.000 pengguna lain seluruh dunia. Disamping menerima SAG Award 2016, Ditjen Dukcapil juga mendapatkan 3 tiket masuk ke User Conference di San Diego seharga $1,495/tiket.

Dengan penerapan teknologi GIS ini, data kependudukan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat luas untuk berbagai keperluan, utamanya dalam pelayanan publik dan pembangunan sektor lain. Berbagai instansi/lembaga pengguna dapat dengan mudah mengakses data kependudukan berbasis spasial (kewilayahan) yang dihasilkan dari proses penyelenggaraan administrasi kependudukan.

Selain itu, berbagai informasi spasial lainnya,  seperti informasi wilayah rawan bencana, gunung berapi, jaringan jalan, tataguna lahan, serta sebaran infrastruktur kesehatan, pendidikan, fasilitas publik, tempat ibadah dll (tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan), dapat di-overlape-kan satu sama lain.

Data kependudukan berbasis spasial yang dikembangkan Ditjen Dukcapil Kemendagri ini secara resmi diluncurkan oleh Mendagri Tjahjo Kumolo pada Rakornas Dukcapil di Kota Mataram tanggal 16 Maret 2016. Bagi masyarakat dan instansi/lembaga yang memerlukan data kependudukan tersebut dapat diakses melalui alamat website www.gis.dukcapil.kemendagri.go.id/peta.

Sumber : Dirjen Dukcapil


Senam dan Sidak Awali Kerja Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni

Pada hari pertama sebagai Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni hadir di tengah warga dan para PNS tanpa atribut resminya. Jumat (19/2) pagi kemarin, ia tampil sporty dengan kaos hijau muda dan celana hitam sepatu olahraga. Ipong, sang saudagar emas hitam Samarinda, yang kini jadi birokrat memulai aktivitasnya dengan senam bersama di halaman Gedung Graha Krida Praja Pemkab Ponorogo.

Bersama sang istri Sri Wahyuni, ia tampak serius mengikuti setiap gerak instruktur senam dengan gerak masih tampak kaku. Wakilnya, Sudjarno, Sekdakab Ponorogo Agus Pramono dan sejumlah kepala dinas tampak hadir mengikuti sang bupati yang turun ke bawah bersenam ria.

Seusai senam, tanpa berganti kostum, Ipong memilih melakukan inspeksi di dua kantor yang berada di kompleks gedung pemerintah tersebut, yaitu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan Kantor Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda). Keduanya bersebelahan tepat di depan lokasi senam para birokrat dan PNS Pemkab Ponorogo tersebut.

Di Kantor Dinas Dukcapil, Ipong sempat berbincang dengan sejumlah warga yang mengantre untuk layanan kependudukan. Ia juga sempat mencoba peralatan pembuatan KTPel, seperti pemindai sidik jari hingga pemindai retina mata. Dari kondisi yang ada, Ipong langsung mengambil kesimpulan bahwa layanan kependudukan yang cepat, akurat, dan lebih dekat ke masyarakat sangat dibutuhkan.

“Memang harus segera diubah dari KTP manual ke KTP elektronik. Untuk mempercepat, harusnya memang didekatkan ke warga. Sampai ke UPTD (tingkat kecamatan). Ya peralatan, ya personelnya. Tapi kita harus hitung dulu dana yang dibutuhkan. Kalau daerah tidak bisa, ya kita minta ke provinsi, sampai ke pusat bila perlu,” ujarnya.

Karena itu, ia dan kepala Dukcapil akan membuat konsep tentang bentuk layanan yang dibutuhkan masyarakat. Dari konsep ini, maka kebutuhan personel dan peralatan bisa dirumuskan. Termasuk kebutuhan dana yang harus dicarikan sumbernya. Seusai dari Dinas Dukcapil, Ipong langsung menuju Gedung Bappeda Ponorogo. Ia menyapa sejumlah PNS yang sedang beraktivitas di gedung itu.

Ia juga memasuki beberapa ruangan untuk melihat kondisi gedung yang menjadi pusat pengembangan dan kemajuan Kabupaten Ponorogo tersebut. Setelah sidak bersama wakilnya, Sudjarno, kedua pucuk pimpinan Kabupaten Ponorogo ini memilih beristirahat di teras Pringgitan alias rumah dinas bupati.

Sumber : koran sindo


SOSIALISASI PENERAPAN KARTU IDENTITAS ANAK (KIA) dan PERMENDAGRI NO 14 TAHUN 2015

Pj Bupati Ponorogo Ir. Maskur, MM membuka secara resmi Sosialiasasi Penerapan Kartu Identitas Anak dan Permendagri No 14 Tahun 2015 Sebagai Narasumber Diretur Pendaftaran Penduduk Drs. Drajat Wisnu Setyawan, MM di Hotel Aston PCC Ponorogo (8/12/2015)

Pj Bupati Ponorogo menjelaskan bahwa basic dari peningkatan kesejahteraan penduduk saat ini berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). Hal ini disampaikan dihadapan peserta Sosialisasi Penerapan KIA dan Permendagri no 14 tahun 2015. Untuk itu diharapkan peserta sosialisasi dapat mengikuti dengan baik agar pembangunan database di Kabupaten Ponorogo sesuai harapan bersama yaitu NIK tunggal Nasional. Pj. Bupati Ponorogo juga berpesan bahwa saat ini di era kemajuan teknologi yang saat pesat dibutuhkan sebuah layanan yang cepat dan tepat, layanan tidak hanya berupa hasil sebuah produk akan tetapi juga sebuah informasi layanan yang cepat dan akurat yang saat ini dibutuhkan penduduk dalam kepengurusan Administrasi Kependudukan

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab Ponorogo Ir. Endang Retno Wulandari, MM dalam laporannya di depan peserta sosialisasi terdiri Satker di Lingkungan Pemerintah Kab Ponorogo, Kecamatan, Kepolisian, PKK Kabupaten, Kemenag, dan Dinas/Instansi lainya serta unsur teknis Dinas Dukcapil disampaikan tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan didalam tertib Administrasi Kependudukan terutama kesiapan pelaksanaan Kartu Identitas Anak (KIA) serta pelaksanaan Permendagri No 14 Tahun 2015 tentang pendataan penduduk non permanen.

Diretur pendaftaran Penduduk Drs. Drajat Wisnu Setyawan, MM didalam acara sosialisasi ini menyampaikan bahwa Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil akan menguji penerapan Kartu Identitas Anak (KIA) di 50 Kabupaten/Kota pada tahun 2016 dan selanjutnya pada tahun 2017 akan diterapkan menyeluruh di semua Kabupaten/Kota di Indonesia. KIA diberlakukan bagi anak maksimal berusia 17 Tahun kurang sehari, karena terkait dengan ketentuan batas usia kepemilikan KTP yaitu 17 Tahun.

Direktur Dafduk dikesempatannya menjelaskan bahwa Sosialisasi Permendagri No 14 tahun 2015 merupakan petunjuk teknis pendataan terhadap penduduk non permanen atau penduduk yang tinggal disuatu tempat akan tetapi tidak sesuai dengan alamat domisili di KTPel. Pendataan ini dilakukan setiap 1 kali dalam satu tahun dengan sasaran terwujudnya data penduduk non peranen dari tingkat Kabupaten/Propins/Nasional serta terwujudnya tertib administrasi kependudukan dalam pendataan penduduk non permanen.