“back to school” Dukcapil tuntaskan perekaman KTPel

  • -

“back to school” Dukcapil tuntaskan perekaman KTPel

Masih adanya anak sekolah umur 17 Tahun belum melakukan perekaman KTPel Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab Ponorogo gandeng sekolah sekolah untuk melaksanakan perekaman  jemput bola.

Bertempat di Aula SMAN 02 Ponorogo (16/11/2017), diadakannya sosialisasi perekaman KTPel bagi pemula dengan mengundang Kepala Sekolah SMA/SMK/MA se Kabupaten Ponorogo

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Ponorogo Ir. Endang Retno Wulandari.MM menyampaikan bahwa perekaman KTPel wajib bagi penduduk yang berusia berumur 17  tahun atau lebih atau sudah/pernah kawin. Dari Data penduduk bahwa umur 17 tahun sebanyak 14.419 jiwa belum melakukan perekaman KTPel. Hal ini mendorong kami untuk melakukan perekaman jemput bola ke sekolah sekolah.

“Teknisnya adalah sekolah mengirimkan daftar siswa baik yang sudah berusia 17 Tahun atau belum kemudian dilakukannya verifikasi data  siswa didik untuk dilakukan pemisahan bagi siswa yang sudah perekaman KTPel ataupun yang belum, lalu dilakukan penjadwalan perekaman KTPel ke sekolah. Data tersebut akan dijadikan dasar untuk perekaman di tahun berikutnya” tambahnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut juga dilakukan perekaman KTPel mobile bagi anak didik SMAN 2 Ponorogo sekaligus penerbitan Surat Keterangan sudah perekaman KTPel.

 


  • -

Dukcapil buka layanan cetak KTPel “teko langsung cetak”

Saat ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kab. ponorogo telah memulai pencetakan KTPel bagi penduduk yang hilang/rusak dan penggantian suket (Surat Keterangan) Menurut Ir. Endang Retno Wulandari, MM selaku Kadin Dukcapil Kab. Ponorogo bahwa proses pencetakan KTPel saat ini adalah tindak lanjut dari surat Edaran Ditjen Dukcapil Kemendagri nomor 471.13/11659/Dukcapil tanggal 26 September 2017 tentang Pencetakan KTPel yang sebelumnya hanya di prioritaskan untuk PRR (Print Ready Record) dan belum pernah melakukan pencetakan KTPel tetapi dengan adanya Surat Edaran tersebut penduduk dapat melakukan pencetakan dengan memperhatikan beberapa hal :

  1. Pelayanan cetak KTPel untuk pemula, perubahan data, penduduk datang dan KTPel rusak ataupun hilang.
  2. Untuk KTPel yang habis masa waktu tetap berlaku seumur hidup, tidak dapat dicetak perpanjangan, dan masih tetap berlaku.
  3. KTPel yg merubah karena pemekaran RT RW untuk sementara belum dapat dilayani.

Sistem Pencetakan KTPel penduduk dapat melakukan dengan 2 cara :

  1. Dengan TLC “Teko Langsung Cetak” di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab Ponorogo jalan Aloon-aloon Utara Nomor 08 Ponorogo
  2. Melalui UPT Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kecamatan sesuai domisili penduduk.

Bu Retno disapa begitu menambahkan “bagi penduduk yang tidak dapat pencetakan KTPel hal ini dikarenakan NIK atau data penduduk  masih dalam proses penunggalan di server Ditjen Dukcapil Kemendagri. Untuk itu silakan meninggalkan nomor handphone ke petugas kami atau sms/hotline atau sosmed media kami agar nantinya ketika status sudah siap, Dukcapil Ponorogo yang akan menghubungi penduduk”.

 

TATACARA DAN MEKANISME : DOWNLOAD


  • -

NGOBAR bersama Warga Bangunrejo Sampung

Masih adanya penduduk yang belum perekaman dan untuk meningkatkan cakupan  Kepemilikan Akta Kelahiran bagi anak usia 0 s/d 18 Tahun, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Ponorogo menyelenggarakan NGOBAR “NGOBROL BARENG” bersama masyarakat Desa bangunrejo, Sampung yang dilaksanakan di Balai Desa Bangunrejo Kecamatan Sampung. (14/08/2017)

Hal ini diungkapkan Kadin Dukcapil Ir. Endang Retno Wulandari. MM ” Dukcapil Ponorogo ingin lebih dekat dengan masyarakat dalam memberikan informasi kemajuan terkait layanan Administrasi Kependudukan dan ingin mendengar langsung apa yang menjadi permasalahan penduduk dalam kepengurusan Administrasi Kependudukan”. Sosialisasi Administrasi Kependudukan di tahun tahun sebelumnya dilakukan melalui Kecamatan dengan peserta Aparat Desa akan tetapi kali ini Dukcapil mengundang tokoh masyarakat langsung, RT, BPD, PKK, Kepala Desa dan jajarannya tambahnya. Untuk Desa Bangunrejo diketahui bahwa masih ada penduduk yang belum Perekaman KTPel  165  ORANG dan 181 Anak belum punya Akta kelahiran.

Beliau menambahkan bahwa Pelaksanaan Ngobar “Ngobrol Bareng” di Desa Bangunrejo Kecamatan Sampung menjadi awal dari kegiatan dan nantinya ditargetkan secara bertahap ke Desa/Kelurahan se Kabupaten Ponorogo.

 

 


  • -

Kab. Ponorogo dapat Penghargaan Percepatan Pemberian Akta Kelahiran Anak dari Kementerian PPPA

Peringati Hari Anak Nasional (HAN) Kabupaten Ponorogo terima penghargaan yaitu sebagai Kota/Kabupaten dalam Percepatan Akta Kelahiran Tingkat Pratama. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise dalam acara Penganugerahan Kota Layak Anak se-Indonesia di SKA Co Ex, Pekanbaru-Riau Sabtu (22/7) malam.

 Dalam kesempatan ini Kab Ponorogo menerima penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak (PPPA), Yohanna kategori percepatan pemberian cakupan kepemilikan Akta kelahiran anak tingkat pratama diterima langsung oleh Bupati ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni diwakili oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Ir. Endang Retno Wulandari, MM dan didampingi Dhevit Yuniarko, SE Kasi Perkawinan, Perceraian, perubahan status anak dan pewarganegaraan

Menteri Yohana dalam sambutannya mengatakan ada 10 Gubernur, 126 Bupati dan Walikota dari 23 Provinsi dan 126 Kabupaten/Kota di Indonesia yang diberikan penghargaan karena telah mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak serta penghargaan pada kader yang berprestasi dalam menyuarakan hak anak.
“Pemberian penghargaan dan penganugerahan yang dilakukan ini merupakan bentuk kepedulian dan apresiasi kami atas segala jerih payah para Bupati dan Walikota dan para penerima penghargaan lainnya dalam upaya memenuhi amanat konstitusi, yakni upaya pemenuhan hak anak. Sejak pemerintah meratifikasi Konvensi Hak Anak melalui Keppres Nomor 36 Tahun 1990, negara berkewajiban memenuhi semua hak anak, melindungi anak, dan menghargai pandangan anak sebagaimana tercantum dalam konvensi tersebut,” ujar Menteri Yohana.

Menurut Ir. Endang Retno Wulandari.MM penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan keseriusan tim dalam menjalankan Percepatan Cakupan Kepemilikan Akta Anak usia 0 s/d 18 Tahun yang saat ini sudah mencapai 85%. Selain itu, penghargaan ini juga merupakan kebanggaan bagi Kab Ponorogo yang bisa menjadi momen untuk terus mencapai yang lebih baik lagi khususnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lengkap, akurat dan mutakhir. Keberhasilan ini juga tak lepas dari berbagai Dinas/Instansi/Lembaga lain yang ikut membantu dalam mensukseskan program dan kegiatan terkait kepemilikan Akta Kelahiran anak tambahnya.


  • -

Penguatan Regristrasi Adminduk, Dukcapil Gandeng Mahasiswa KPM IAIN Ponorogo

Masih adanya penduduk Ponorogo yang belum melakukan Perekaman KTPel dan untuk meningkatkan cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran bagi anak usia 0 s/d 18 tahun, Dukcapil Ponorogo bekerjasama dengan IAIN Ponorogo dengan memaksimalkan mahasiswa KPM untuk di 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Sampung dan Kecamatan Badegan.

Menurut Ir. Endang Retno Wulandari.MM disela pembekalan kuliah umum yang diselenggarakan pada tanggal 5 s/d 7 Juli 2017 adalah bertujuan membangun kader–kader muda di bidang kependudukan yang mampu membantu percepatan peningkatan kesadaran masyarakat dalam tertib administrasi kependudukan serta mahasiswa memperoleh pengetahuan, pengalaman belajar yang berharga melalui keterlibatan dalam masyarakat secara langsung untuk merumuskan, memecahkan dan menanggulangi permasalahan, khususnya terkait bidang kependudukan dan pencatatan sipil

Diketahui sampai dengan Juni 2017 bahwa data penduduk di Kecamatan sampung diketahui dari wajib KTP sebanyak 32.388 sudah perekaman 30.814 dan belum perekaman 1.574 dan untuk anak usia 0 s/d 18 tahun jumlah anak 8.297 sudah berAkta 6.587  belum berAkta 1.710. Sedangakan untuk kecamatan Badegan diketahui dari wajib KTP sebanyak 26.932 sudah perekaman 25.302 dan belum perekaman 1.090 dan untuk anak usia 0 s/d 18 tahun jumlah anak 7.376 sudah berAkta 5.986 belum berAkta 1.390.

Dalam pembekalan kuliah tersebut juga disampaikan bahwa tugas mahasiwa adalah selain menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan Perekaman KTPel dan Kepengurusan Akta Kelahiran juga Mendorong dan meningkatkan kesadaran penduduk untuk tertib dalam kepengurusan Administrasi Kependudukan dengan Update Kartu Keluarga.

Pembekalan khusus terkait persyaratan dan mekanisme dalam proses kepengurusan Dokumen Kependudukan untuk mahasiswa KPM dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2017 dengan menghadirkan 19 narasumber dan juga berfungsi sebagai pendamping dalam pelaksanaan KPM nanti yang terdiri dari staf dukcapil meliputi Kepala Bidang, Kasi, Kepala UPT Dukcapil. staf khusus tambahnya

Pelaksanaan KPM Mahasiwa IAIN Ponorogo sendiripun akan dimulai pada 1 Agustus 2017 sampai dengan 31 Agustus 2017 dan diakhiri penyerahan dokumen kependudukan dan laporan evaluasi penilaian.